Resume MK. TIK

9 Feb

Pertemuan I
Paradigma Baru Pendidikan
Paradagma baru pendidikan kita membuka cakrawala baru tentang pergeseran makna pendidikan. Yaitu, sebuah tranformasi pendidikan yang sesuai dengan konteks zaman. Karena, setiap orang ada zamannya, dan setiap zaman ada orangnya. Kini zaman itu menghendaki perubahan dalam pendidikan kita.
Perubahan peran yang dimaksud Jordan adalah sebagai berikut:

• Dari siswa yang pasif menjadi pembelajar yang aktif:
Ketika kemajuan tehnologi menyentuh dunia pendidikan dan membawa angin kemajuan bagi siswa. Siswa mulai mendapat kesempatan yang lebih luas untuk menentukan sendiri jalan mana yanga akan membawa mereka ke masa depan. Mereka mulai mengambil alih tanggungjawab atas masa depan mereka sendiri. Mereka mulai melihat banyak sumber sumber informasi lain selain guru mereka. Sebagai seorang guru haarus juga cepat tanggap akan kondisi ini, jangan sampai guru akan jadi bahan tertawaan karena bertindak, berbuat atau bahkan memberi informasi yang salah pada siswa siswinya. Kuasailah juga tehnologi yang para siswa kuasai. Tehnologi memebrikan ruang yang lebih leluasa bagi mereka untuk belajar dan mengakses informasi. Selain itu tehnologi telah menyediakan gaya hidup yang lebih fleksibel, lebih berwarna dan menyediakan berbagai macam pekerjaan dan karir yang tidak bisa dinikmati gurunya.

• Dari Orang Tua sebagai Pendukung proses belajar menjadi sebagai Peserta dalam proses belajar:
Dahulu orang tua itu Cuma berperan sebagi pendukung proses belajar mengajar bagi anak anaknya. Mereka menyediakan biaya untuk pendidikan dan siap mencarikan keperluan apa saja demi suksesnya proses belajar bagi anaknya. Namun kemajuan tehnologi informasi ternyata juga membawa perubahan bagi peran mereka dalam pendidikan. Bukan saja mereka harus mampu memberi dukungan pada proses belajar putra putrinya, tapi tehnologi telah memberi mereka kesempatan untuk bisa ikut membimbing putra putrinya untuk menerima atau tidak menerima informasi yang ada. Dengan tehnologi yang ada orangtua bisa mengarahkan putra putrinya dari mana informasi yang tepat bisa diambil dan memeberi arahan mereka dalam mengambil keputusan penting dalam proses belajarnya.
• Dari Guru sebagai sumber pengajar dan sumber pembelajaran menjadi guru hanya sebagai fasilitator dan penunjuk arah serta pendamping siswa belajar.
tehnologi merubah paradigma belajar siswa, artinya paradigma guru juga pasti berubah. Tehnologi sangat memungkinkan siswanya lebih banyak mendapat informasi dibanding gurunya. Itu artinya sangat dimungkinkan siswa lebih banyak tahu dibanding guru. Oleh karena itu guru sudah seharusnya tidak berlagak lagi sebagi Mr. Segala tahu. Biarkan siswa belajar dengan gaya dan cara mereka sendiri.

Pergeseran Paradigma dari TCl ke SCL
Adapun pergeseran pendekatan dalam pembelajaran yang semula menggunakan Teacher Center Learning (TCL) berubah menjadi Student Center Learning (SCL) ini mencerminkan keutuhan pembelajaran bila peran siswa merupakan hal yang paling utama dalam pembelajaran yang salah satu cirinya adalah prsoes belajar lebih kolaboratif dan kooperatif. Sedangkan untuk strategi pembelajaran yang digunakan pada masa sekarang ini adalah harus lebih menyenangkan,bermakna, memberdayakan aneka sumber dan berorientasi pada tekhnologi informasi.
Perubahan orientasi kurikulum dari kurikulum Nasional 1994 yang berorientasi pada penguasaan, pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai target kurikulum program studinya, yang dinilai oleh perguruan tinggi itu sendiri beralih menjadi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang berorientasikan pada penguasaan kompetensi di bidang pekerjaan tertentu sesuai dengan kurikulum bidang studinya yang memberikan penilaian adalah masyarakat pengguna lulusan.
Kompetensi dalam tujuan pendidikan yang berupa kompetensi pembelalajaran meliputi domain kognitif, afektif dan psikomotorik yang mana setiap domain tersebut merupakan bagian yang sangat krusial dalam pembelajaran dalam artian satu sama lain tidak terpisahkan melainkan bagian yang saling melengkapi.
Dalam pergeseran paradigma pendidikan ini, guru/dosen berperan dalam ; (1) Merumuskan tujuan/kompetensi pembelajaran;(2) Menyediakn dan memberikan pengalaman belajar sesuai dengan tuntutan kompetensi;(3) Meciptakan pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan;(4) Mengecek perkembangan belajar peserta didik secara pribadi; (5) Mendorong peserta didik untuk berfikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah; (6) Menjelaskan tentang norma, aturan, standar, system nilai dan etika yang berkaitan dengan materi pembelajaran.
Hal ini sangatlah berimplikasi dengan dosen yang mana; selain memperhatikan perkembangan bidang ilmunya, dosen juga harus membuka diri terhadap peningkatan mutu pembelajaran; dosen merupakan perancang pembelajaran yang secara terus menerus melakukan penilaian dan pencarian informasi untuk meningkatkan mutu pembelajarannya misalnya menggunakan peran IT lebih dominan; dosen secara terus menerus melakukan pembimbingan, pengarahan dan penilaian terhadap kegiatan belajar mahasiswa.
Pergeseran paradigm pendidikan memberikan implikasi nyata dalam bagi institusi penyelenggara pembelajaran yang melipputi; Misi institusi harus diletakkan pada belajar peserta didik, institusi harus bertanggungjawab terhadap proses belajar mahasiswa, memberikan dukungan dan meningkatkan mutu belajar peserta didik menjadi adalah pekerjaan semua orang dan mengarahkan pada pengambilan keputusan di perguruan tinggi efektivitas institusi dievaluasi berdasarkan capaian belajar mahasiswa, bukan hanya dari pemanfaatan sumberdaya dan proses pem-belajarannya saja.
Perubahan SKL yang mengakibatkan pula peubahan strategi pembelajaran diatur Pada SK Mendiknas No. 045/U/2002 (pasal 2 ayat : 1 dan 2): isi dan metode pembelajaran dapat dikreasi secara bebas oleh setiap lembaga pendidi-kan sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan
Strategi pembelajaran seperti yang terungkap sebelumnya meliputi : pembelajaran harus lebih menyenangkan, lebih bermakna, lebih memberdayakan aneka sumber, dan berorientasi pada IT. Adapun pengelolaan pembelajaran yang harus di kembangka pada peralihan paradigm pendidikan ini adalah : (1) Pembelajaran tidak terbatas diruang kelas; (2) Pembelajaran memberi kesempatan seluas munkin pada mahasiswa untuk bersentuhan dengan objek yang dipelajari secara langsung; (3) Siswa menjadi pelaku pembelajaran.
Beberapa prinsip Pergeseran paradigm pendidikan dalam pembelajaran yaitu: (1) Keberhasilan institusi dinilai berdasarkan mutu belajar peserta didik; (2) Belajar menjadi tanggungjawab bersama; (3) Institusi harus menjadi pebelajar, sehingga dari waktu ke waktu yang dihasilkan adalah belajar; (4) Lingkungan belajar harus diciptakan agar terjadi proses penemuan dan pembangunan pengetahuan daripada sekedar transfer ilmu pengetahuan.

Pertemuan II
Pembelajaran Berbasis TIK
Pembelajaran berbasis Tekhnologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran yang mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber belajar dan sebagai medium penyampaian pesan dalam pembelajaran yang pada perkembangannya (Piaget) pendekatan ini mencakup oral, lambang dan bunyi-bunyian. Perkembangan Oral, lambang dan bunyi ini dalam cakupan TIK meliputi media cetak, audio & visual, audio visual, interaktif, multimedia dan jaringan.
Pendekatan pembelajaran berbasis TIK memicu lahirnya berbagai model pembelajaran yang meliputi : E- Learning, On-line Learning, Blended Learning, Mobile Learning, dan lain-lain yang dimediasi oleh computer. Integrasi keseluruhan komponen (Interaktif, transisi, audio, visual, warna, animasi, dan hypertext terangkum dalam cara kerja multimedia.
Pembelajaran berbasis computer dalam pembelajaran TIK ada yang berproses secara Off line dan On-line. Pembelajaran yang berproses Off-line meliputi Computer Based Learning misalnya pemenuhan konsep, drill, tutorial, games, simulasi, CD interaktif dll. Sedangkan yang berproses secara On-Line meliputi On-Line learning yang berbasis web dan berbasis tekhnologi misalnya e-learning, on-line learning, blended learning, mobile learning, web learning dll. Integrasi system dalam proses pembelajaran on-line mencakup; distance learning, dual mode education, virtual education, virtual university, dan lain-lain.
Membelajaran TIK menjadi suatu sumber media pembelajaran. Hal ini di dasari bahwa pembelajaran berbasis TIK ini mampu menjawab kebutuhan informasi,dalam hal ini pembelajar mengintegrasikan TIK sebagai sumber belajar, memastikan alamat-alamat web yang akan dikunjungi, membuat lembar refleksi diri dan lain sebagainya. Memberikan layanan cepat dan murah; dalam hal ini pembelajar secara tidak langsung menanggalkan kebiasaan satu sumber belajar, menggunakan aneka sumber belajar, dan mengefektifkan penggunaan internet. Pembelajaran TIK memiliki informasi terkini, artinya layanannya cepat dan terkoneksi kesemua system jaringan perpustakaan serta informasi terkini dan diperbaharui..Adapun hal yang harus diperhatikan adalah control akan penggunaan dan kebenaran informasi yang disediakan.
Tujuan utama pembelajaran berbasis TIK sebagai media pembelajaran adalah agar pesan yang disampaikan mudah dimengerti oleh peserta didik. Selain itu tujuan khusus dari pembelajaran berbasis TIK sebagai media adalah sebagai berikut :
(1) Memberi pengalaman belajar yang berbeda; (2) Menumbuhkan sikap dan keterampilan BTI; (3) Menciptakan situasi belajar menyenangkan; (4) Menjadikan belajar lebih efektif, efisien dan bermakna; (5) Membuka peluang belajar dimana saja dan kapan saja; (6) Memberikan motivasi belajar kepada siswa; (7) Mejadikan belajar sebagai kebutuhan.
Adapun kendala penggunaan pendekatan ini adalah pertama, kesulitan dalam pengembangan program; kedua, infrstruktur yang belum memadai; ketiga, SDM yang terbatas khususnya pengelola; keempat, para pelaksana pembelajaran gagap akan teknologi; kelima, kultur belajar yang sulit diubah; keenam, luasnya wilayah jangkauan dan belum meratanya kualitas penerimaan pesan. Untuk itu para guru ataupun dosen harus tanggap dalam membaca dan mengereti situasi serta kondisi anak didik agar penyampaian pesan tidak tumpang tindih antara satu dan yang lainnya.

Pertemuan III
Model Teaching AIDS PAUD berbasis TIK bagi Guru dan Dosen PAUD
Model Teaching Aids berbasis TIK adalah suatu model pembelajaran yang menggunaka alat bantu dalam proses pengajaran berupa media pembelajaran yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Adapun beberapa pengertian media menurut AECT adalah segala suatu yang dapat digunakan untuk menjelaskan dan menyalurkan pesan atau informasi.Dan Anderson mengatakan bahwa media adalah perlengakapan yang digunakan untuk menyalurkan pesan dan memunkinkan terjadinya interaksi antara siswa dan pesan.
Adapun alasan utama dari penggunaan media itu sendiri adalah menghindari misunderstanding antara guru dan peserta didik. Selain itu alasan dari penggunaan media adalah memperdalam daya ingat anak, menyederhanakan pesan, mengurangi verbalistis, menyamakan persepsi, menarik perhatian, menghemat waktu dan lain sebagainya.
Menurut Anderson, media berbasis TIK dapat diklasifikasikan menjadi apa yang disebut sebagai Teaching AIDS (Alat Bantu), misalnya lingkungan, benda sebenarnya, gamba, gambar foto, nara sumber, taktil, model dan lain-lain. Sedangkan media pembelajaran mencakup modul, program audio, program video, CAI, multimedia dan lain sebagainya.
Selain hal tersebut diatas, media berbasis TIK dapat diklasifiksikan juga menjadi by Utilization yang meliputi ; lingkungan, benda sebenarnya, narasumber, fenomena alam, dan lain sebagainya. Sedangkan by design mencakup gambar, gambar foto, slide, model, taktil, benda-benda rekayasa, computer grafis dan lain sebagainya.
Dilihat dari tingkat keefektifan penggunaan pendekatan ini berdasarkan usia, pengetahuan dan Pengalaman belajar maka dapat dijelaskan bahwa anak usia dini lebih mengarah kepada hal-hal yang kongkrit dalam pemilihan media sedangkan orang dewasa cendrung pada yang abstrak, kemudian penggunaan media dilihat pula pada tinggi rendahnya pengetahuan yang di miliki peseta didik, selain itu penggunaan media juga harus melihat dari banyak sedikitnya peserta didik yang memiliki pengalaman dalam belajar. Untuk itu maka untuk persentasenya adalah 70 % untuk yang kongkter dan 30% untuk yang abstrak. Prinsip-prinsip penerapan Teaching Aids(pengajarang dengan menggunakan alat bantu) ini adalah menyenangkan, bagian dari bermain, bermakna, melibatkan Multiple Intelligence.
Adapun model teaching Aids dalam PAUD adalah upaya-upaya kreatif guru dalm mengintegrasikan teaching Aids by utilization dan by design dengan cara- cara yang menyenangkan agar tercapai tujuan pembelajaran PAUD. Adapun model-model ini mencakup beberapa aspek yaitu model teaching AIDS kecerdasan jamak menurut Gardner yaitu penggunaan alat-alat bantu yang sesuai dengan bidang kecerdasan anak.
Kemudian model Teaching Aids berdasarkan usia perkembangan Anak misalnya mengatur ruang kelas agar mendukung proses belajar anak, menyediakan bahan atau materi yang mudah didapat, memberikan kesempatan kepada anak untuk pindah tempat, sediakan materi dan ruang untuk aktifits praktek, atur pusat belajar agar anak dapat bermain bersama, dukung proses belajar bersama, siapkan instruksi yang berbeda untuk setiap anak, sertakan aktifitas proyek, berikan kesempatan untuk ikut aktifitas proyek lain.
Model Teaching AIDS berdasar pada materi yang harus disesuaikan dengan budaya anak misalnya, anak mengeksplorasi lingkungan belajarnya, belajar dengan menggunakan benda sekitar, menggunakan media permainan traditional, belajar dengan kebersahajaan. Hal ini diperkuat dengan pendapat Piaget menyatakan bahwa kesempatan anak terlibat secara mental dan fisik, penting bagi perkembangan mental anak.
Model Teching Aids yang disesuaikan dengan belajar atas inisiatif anak misalnya Ketertarikan akan sesuatu awal belajar anak, belajar tidak harus selalu berlangsung formal, memfasilitasi anak untuk berkembang sesuai dengan minat dan ketertarikannya, belajar dengan kebebasan yang terkontrol. Model Teaching Aids yang disesuaikan pada permainan adalah dasar pembelajaran misalnya, apapun yang disentuh anak dapat dijadikan momentum awa belajar anak, permainan yang berkualitas yang mampu memicu emosi dan mengaktifkan semua motorik anak, permainan harus bebas resiko. Dalam membelajaran Teaching aids guru harus lebih kreatif dalam mengajar atau mengolah pembelajaran, pembelajaran harus menyenangakan, belajar merupakan bagian dari bermain, guru harus mengoptimalkan teaching aids by utilization dan by design serta pembelajaran dirancang dengan baik namun bersifat fleksibel.
Prosedur pemanfaatan alat bantu pengajaran untuk satu tema pembelajaran dumulai dengan tahapan perumusan SK & KD, mengidentifikasi materi pembelajaran, menentukan strategi pembelajaran(metode dan media) tahap berikutnya adalah pembuatan RKM dan RKH selanjutnya mengidentifikasi media, merancang pemanfaatan media, pelaksanaan pembelajaran, umpan balik & tindak lanjut. Untuk itu, guru PAUD ataupun Dosen PAUD harus benar-benar memahami hal ini agar tujuan pembelajaran lebih menyenangkan dan bermkna.

Pertemuan IV
Pengembangan Alat Bantu Pengajaran Berbasis TIK
Untuk mengembangkan alat bantu pengajaran berbasis TIK tentunya alat bantu yang berupa media yang digunakan harus memiliki criteria tertentu. Krieteria media untuk mengembangkan pengajaran berbasik TIK berlandaskan 4K yaitu Kesederhanaan media yang digunakan, Keutuhan media, Keseimbangn media dengan tahap perkembangan anak, dan Ketegasan dari media itu sendiri. Kesederhanaan media dalam arti bahwa media yang digunaka misalnya 1 slide 1 konsep, rumus 6 x 6 untuk tulisan, huruf yang mudah dibaca, visual untuk pesan yang kompleks. Visual menggmbarkan bagian dari pesan, melengkapi pesan, ataupun ilustrasi pesan.
Keutuhan media pembelajaran merupakan bagian dari perancangan media berbasis TIK dengan berlandaskan keutuhan lebih berarti dari bagian-bagian misalnya untuk gambaran katak, anak diperlihatkan gambaran katak secara keseluruhan lebih baik jika hanya di perlihatkan bagia-bagian tertentu sperti kaki dan lain sebagaianya. Selain itu keutuhan adlah keharmonisan dalam kesatuan pesan. Dalam konsep merancang media pembelajaran keserasian tata letak desain pesan pada bidang slide atau transpasransi harus seimbang sedangkn konsep ketegasan dalam merancang media adalah dengan tekhnik member penekanan pada bagian tertentu misalnya kata yang diberi warna, garis bawah, perbesaran arsir dan lain sebagainya.
Dalam pemanfaatan alat bantu pengajaran setiap jenis media memiliki prosedur dan tehnik yang spesifik dalam memanfaatkannya karena setiap media memiliki keunikan tersendiri.

Pertemuan V
Distance Education
Distance education pendidikan jarak jauh yang dalam pendekatan pembelajaran berbasis TIK merupakan system integrasi pengajaran berbasis computer yang berproses secara on-line yang mencakup pembelajaran E-Learning, On-Line learning dan distance learning. Dalam pengajaran berbasis computer dan pembelajaran Online berarah pada pembelajaran berbasis web yang mana pemanfaatan internet sebagai sumber belajar/ informasi by utilization yang implikasi pemanfaatannya meliputi perbaikan infrastruktur lembaga pengguna (sarana prasarana dan SDM) sosialisasi dan pembimbingan yang intensif kesemua siswa
Pengajaran berbasis computer yang meliputi dasar pembelajaran computer, pembelajaran online dan e-learning merupakan cakupan pembelajaran berbasis pada tekhnologi yang memanfaatkan tekhnologi elektronik sebagai media pembelajaran by design yang mana impliksi penggunaannya dengan pengembangan system pembelajaran ke elektronik learning. Hal ini didukung dengan tersedianya jaringan yang memadai, serta peningkatan SDM yang berkualifikasi.
Penggunaan tekhnologi dalam pendidika jarak jauh terproses secara online dan system integrasinya berupa teks dan e-learning yang mana bahan ajar cetak berupa modul elektronik, audio conferencing, video conferencing, internet misalnya synchronous dan asynchronous. Namun hal demikian ini tdak terlepas dari kendala-kendala pula.
Adapun kendala penggunaan tekhnologi dalam pendidikan jarak jauh adalah sebagai berikut :
 Kesulitan dalam Pengembangan Program
 Infrastruktur yang belum memadai
 SDM yang terbatas (PENGELOLA)
 Gagap Teknologi (PESERTA)
 Kultur belajar yang sulit berubah
 Luasnya wilayah jangkauan dan belum
 Meratanya kualitas penerimaan pesan
Pertemuan VI
Standarisasi Multimedia
Standarisasi multimedia adalah standar untuk suatu objek yang berisikan beberapa media seperti video,audio, gambar, atau teks. Karakteristik dari multimedia pembelajaran adalah ;(1) mepermudah penerimaan pesan; (2) Mengefektifkan pencapaian tujuan; (3) Mempersingkat waktu pembelajaran;(4) memberi kesenangan dalam belajar.Dengan demikian komponen multimedia tersebut teroptimalisasikan.
Prinsip-prinsip pengembangan multimedia pembelajaran yaitu :
 Ketercapaian tujuan pembelajaran
 Kesesuaian dengan karakteristik sasaran
 Ketepatan dengan jenis materi pelajaran
 Kesesuaian dengan latar (setting)
 Memberi “kesenangan” dalam belajar
Multimedia adalah media dan konten yang menggunakan sebuah kombinasi dan bentuk konten yang berbeda. Hal ini mencakup visual, warna, animasi, transisi, interaktif, teks dan hypertext dan audio. Inteface multimedia pembelajaran meliputi tema, petunjuk dan menu, interaksi & balikan,video & audio, teks & hypertexs, desain graphic, animasi dan special effect.
Naskah multimedia pembelajaran berisi petunjuk teknis produksi yang bersifat iniversal, sehingga naskah ini memiliki unsur – unsur tersendiri yaitu :
• Identitas; berisi judul, sasaran, durasi, dan nama penulis
• Petunjuk visualisasi; berisi keterangan gambar, dan teknis produksi
• Petunjuk Audio; berisi keterangan audio yang meliputi; narasi, music, fx dan teknis produksi.
Indikator penilaian naskah multimedia pembelajaran dibagi sebagai berikut :
1. Unsur desain Pembelajaran, aspek yang dinilai adalah :
 Ketepatan media dengan tujuan pembelajaran
 Ketepatan media dengan materi pelajaran
 Kesesuaian media degan sasaran (pengguna)
 Ketercapaian tujuan pembelajaran
Sumber informasi berada pada lembaran dalam naskah dan treatmet

2. Interface multimedia Pembelajaran, aspek yang dinilai adalah :
 Ketepatan Visual, dengan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, karaktersitik sasaran (pengguna), latar (lingkungan sosial anak) dengan sumber informasi berada dalam rundown naskah dan keterangan visual.
 Fungsi Animasi, untuk memperjelas materi pembelajaran, merupaka bagian dari pesan, member daya tarik visual, dengan sumber informasi berada dalam rundown naskah dan keterangan animasi
 Fungsi Audio, meliputi ; kesesuaian musik dengan program/tema, kesesuaian music dengan karakteristik sasaran, ketepatan narasi dengan visual, kesesuaian narasi dengan karakteristik sasaran, kecukupan narasi dengan tujuan pembelajaran, ketepatan sound effect dengan materi.Sumber informasi berada dalam lembaran naskah dan keterangan audio.
 Fungsi teks, sebagai materi pelajaran, memperjelas materi pelajaran,hanya bagian dari pesan/materi pelajaran, sebagai pilihan dari sasaran tertentu dan sumber informasi berada pada lembaran naskah
 Fungsi Transisi, sebagai perpindahan dari opening ke progam, sebagai perpindahan antar pesan, sebagai perpindahan antar sub-topic, sebagai perpindahan dari program ke closing. Sumber informasi berada pada lembaran naskah dan keterangan visual.

3. Kelayakan Produksi, aspek yang dinilai adalah :
 Ketersediaan software & hardware pendukung
 Keterampilan yang cukup
 Ketersediaan dana & dukungan dari lembaga
 Tidak melanggar ketentuan yang ada
Sumber informasi berada dalam lembaran naskah dan keterangan audio.

Perkembangan pembelajaran berbasis multimedia tidak jauh berbeda dengan perkembangan pembelajaran jarak jauh yaitu berbasis pada oral, lambang dan bunyi-bunyian yang mencakup media cetak, audio & Visua, audio visual, interaktif, multimedia, dan jaringan yang berbasis juga pada computer dan alat elektronik lainnya.
Produksi multimedia dapat dikatakan layak apabila :
 Ketersediaan “software” pendukung
 Ketersediaan “hardware” pendukung
 Keterampilan yang cukup
 Ketersediaan dana, dan
 Adanya dukungan dari lembaga dan pihak-pihak terkait
 Tidak melanggar ketentuan yang ada

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: